Hei kamu
Iya kamu
Aku rindu diriku yang dulu, kenapa ? Entahlah rindu saja.
Aku rindu aku yang dulu, kenapa ?
Hanya rindu saja.
Sekarang aku terlalu banyak mengetahui hal yang seharusnya aku tak perlu tahu.
Aku rindu sifat ku yang dulu, kenapa ?
Rindu, itu saja.
Tapi aku tak menyesal aku yang sekarang selama ada kebaikan didalamnya.
Namun, sekali lagi aku rindu rindu rindu serindunya aku yang dulu.
Ini hanya tentang rindu 😥
Music
About Me
- Nur Isnaniah
Followers
Clock
My Blog List
Blog Archive
Rainbow
Popular Posts
-
Aku belajar ikhlas, melepas hal yang tak seharusnya ku miliki.. Aku belajar sabar, berjalan diatas takdir dan ketetapanMu.. Aku belajar te...
-
Bismillah ... Lagi-lagi aku baru sempat menengok mu, maaf ya 😥. Ah iya bagaimana kabar mu ? Tak berdebu kan ? Beberapa hari ini banyak se...
-
Assalamua'alaikum.. Kali ini aku pengen posting tentang kisah yang tak akan ku lupakan, yah ini adalah kisah tentang kegagalanku mas...
-
Kepompong ... Mungkin kau bertanya-tanya kan kenapa judul tulisan ini kepompong ? :) hehehe ... Sebenarnya saya mau kasih judul REMPON...
-
Hei kamu Iya kamu Aku rindu diriku yang dulu, kenapa ? Entahlah rindu saja. Aku rindu aku yang dulu, kenapa ? Hanya rindu saja. Sekaran...
-
Pagi ini aku menemukan ini, sebuah buku nikah berusia 30th. Ah, entah harus mulai bercerita darimana. Kau tahu bagi setiap anak, kisah cinta...
-
Aku tidak tahu akan menulis apa pun aku tidak tahu apa yang aku rasa. Hanya ingin mencoret-coret disini saja, duduk diam sejenak berbicara d...
-
Sedikit banyak disyukuri, ah tidak. Kita harus banyak-banyak bersyukur bukan? Mau sedahsyat ...
-
Hari ini banyak kejadian ajaib super sekali. Mulai dari dibikin emosi pagi-pagi, berbagi cerita dengan teman-teman yang lucunya gak ketulung...
-
PERPUSTAKAAN SEBAGAI PUSAT SUMBER BELAJAR Tanggal: Tuesday, 11 September 2007 Topik: ...
Selasa, 08 Agustus 2017
R i n d u
Tentang Kesetiaan
Bismillah ...
Lagi-lagi aku baru sempat menengok mu, maaf ya 😥. Ah iya bagaimana kabar mu ? Tak berdebu kan ?
Beberapa hari ini banyak sekali hal 'viral' di dunia maya. Salah satu yang berbekas cukup mendalam hatiku yaitu kisah tentang kesetiaan istri yang luar biasa merawat dan mendampingi suami nya yang berjuang melawan kanker. Meskipun pada akhirnya semua adalah ketetapan Nya, Allah lebih menyayanginya. Aku tak tahu bagaimana jika aku yang berada di posisi itu, apakah bisa setegar dan sekuat itu ? 😭.
Kau tahu dia bukan hanya merawat suami nya tetapi juga merawat anak mereka yang masih kecil serta ada seorang makhluk lagi yang masih dalam kandungan ibu nya. Masya Allah ada 1 kalimat yang aku suka dari beliau, kira-kira begini "manusia didunia kan memang untuk berlelah-lelah, istirahat nanti kalo udah di Surga" 😭 nyes banget bacanya.
Terima kasih mba dan keluarga sudah menginspirasi tanpa kau ketahui. Semoga suami nya ditempatkan ditempat terbaik di sisi Nya. Dan mba, anak-anak serta keluarga diberi ketabahan dan keikhlasan. Sekali lagi terima kasih telah memberi pembelajaran terutama untuk aku yang belum berumah tangga ini 😭. Benarlah bahwa kesetiaan itu diuji justru setelah menikah, bagaimana mampu mendampingi pasangan baik suka maupun duka bahkan dititik paling rendah sekalipun.
Aku mulai mengerti bahwa cinta itu bukan hanya tentang rasa, lebih dari itu ia tentang tanggungjawab, ia tentang kesetiaan, ia tentang pengorbanan. Saat dua orang memutuskan untuk hidup bersama tidak ada lagi aku atau kamu tapi semua telah menjadi kita. 👫
Sekian dari si perempuan biasa yang sedang belajar makna darimana saja 😇.
Nur Isnaniah
Minggu, 25 Juni 2017
Hari Kemenangan
تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمنٌِكُمٌ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُم•
Mohon maaf atas segala khilaf yang disengaja maupun tidak disengaja.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H 😊.
Ini lebaran ketiga tanpa sosok nya. Rindu sekali sama bapak. 😭 Semoga Allah lapangkan kubur bapak dan diterangi dengan cahaya. Semoga iis dan mama bisa menjadi orang yang kuat lagi. Dan juga semoga iis bisa jadi tabungan akhirat untuk mama dan bapak 😢. Allahumma Aamiin.
Btw, ini lebaran hari kedua. Jangan tanya aku kemana. Karna jawabannya ya aku dirumah saja 😅 kali aja ada pangeran nyasar ke rumah wkwkwkwk *becanda. Aku lagi tumbang alias tekapar 😂 makanya nggak bisa kemana2. Huhuhu padahal nggak ada minum es cuma entah kenapa pas hari terakhir ramadhan itu lagi semangat beres2 rumah dan lupa pake masker alhasil kemasukan debu jadilah kena kungflu sampai sekarang 😰. Kalau sudah bersin-bersin biasanya gunung es mencair dari idung dan biasanya suara berubah kayak suara kodok 😅😷.
Belum lagi kemarin 'sikat' semua makanan. Ada ayam kari masuk mulut. Ada kerupuk ikan sama udang masuk mulut. Ada bakso dan pempek masuk mulut. Ada soto banjar masuk juga ke mulut *itu perut apa karet 😁. Hari ini kepengen mie ayam jadi bikin aja dengan bumbu dan bahan seadanya. Nanti sore pengen bikin pentol udang aja deh 😂. Nah biasanya kalo tiba-tiba 'jadi pemakan segala' bakal ada tamu bulanan yang datang ini, yah ditunggu aja tamu nya. 😇.
Ya udah deh mulai ngelantur jadi cukup sampai disini saja perjumpaan kita *eaaaa. Sekali lagi Happy Eid Mubarak untuk semua 😇.
Kamis, 02 Maret 2017
Bangkit
Kamu tahu cara agar dapat melangkah ke masa depan dengan hati yg lapang ? Yup, memaafkan masa lalu. Seberapapun menyakitkan itu, berdamailah dengan takdir. Seperti kata-kata Bang Darwis Tere Liye
Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Ia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.
Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus.
Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.
~Tere Liye
Ah iya, mungkin kita harus menerima semua ini. Bukankah kamu sudah ikhtiar semaksimal mungkin ? Doa pun juga. Biarkan Allah yang mengaturnya, sebaik-baik rencana adalah rencanaNya. Bahwa janji Allah adalah benar. Kamu boleh kecewa kepada manusia, tapi tidak kepada Sang Pencipta. Bisa jadi apa yang menurut kita baik bagi Allah itu tidak baik untuk kita, sebaliknya bisa jadi apa yang menurut kita tidak baik bagi Allah itu baik untuk kita.
"TUGASMU HANYA TAAT, MAINKAN SAJA PERANMU"
Karena tidak ada manusia yang sempurna, jika kalian melihat terdapat cela pada kami itu karna perbuatan kami bukan agama kami yang tercela. Jangan salahkan agama kami, jangan salahkan jilbab kami. Karena aku masih berproses dan terus berproses.
Ya Allah mudahkanlah langkah kaki ini
Lapangkanlah hati ini
Agar bisa melangkah dengan percaya diri
Menuju masa depan yang lebih baik lagi.
Senin, 27 Februari 2017
Perkara Hati
Aku sering bingung dengan perkara ini. Rumit sekali untuk ku pahami. Aku coba berulang kali, tetap saja aku sulit untuk mengerti. Apa sebenarnya yang terjadi ?. Apa mungkin karna ini perkara hati ?. Mereka selalu bertanya dan saya selalu bingung untuk menjawabnya. Hey, memangnya segampang itu menemukan seorang 'partner' dalam hidup ?. Susah tahu. Nggak ada aplikasi secanggih itu diabad ini, nggak tahu deh kalau di masa depan nanti, hehehe.
Ah iya aku pernah baca novel, dinovel iti dibahas tentang sejuta rasa orang-orang yang jatuh cinta. Pada bab keberapa *aku lupa, disana membahas tentang sebuah alat yang katanya bisa menemukan pasangan hidup kita namanya "cintamometer", cara kerjanya lucu sekali, tinggal kau pasang dikuping jika ia berbunyi berarti kamu telah menemukan sang belahan hati. 😂
Ada-ada saja ya, berbicara tentang cinta itu nggak ada habisnya dari zaman rambut aku dikepang sampai sekarang sudah pakai hijab 😅. Kadang-kadang suka ketawa sendiri kalau baca kenangan-kenangan difacebook, mengingatkan zaman alay dulu yang kalo lagi galau bisa merangkai kata yang sweet banget, hehehe. Bener kali ya orang itu bisa jadi perangkai kata kalau lagi jatuh cinta dan patah hati, eh tapi ini cuma katanya lho ya 😂✌.
Tadi aku mau bahas apa ya ? Jadi oot gini 😷, kembali ke perkara hati. Bentar deh, tahun ini usia aku udah 23 ya mungkin wajar sih kalo banyak yang nanya 'itu' (red : nikah). Tapi gimana ya, aku tuh bukan nggak mau jawab tapi bingung kasih jawaban apa. Sama kayak ditanya kapan mati, itu misteri Ilahi. Manusia kan hanya bisa berencana, terlaksana atau tidak tetap Allah yang punya kuasa. Didoakan aja semoga dapat jodoh yang baik, seperti mama yang selalu berdoa blak-blakan didepan anaknya 😁 iis cuma bisa Aamiin-kan aja ma.
Cukup aja kali ya curcolan hari ini 😅, daripada dipendam ntar lupa mending ditulis biar ingat *ngeles mulu 😜.
Kamis, 05 Januari 2017
Suara Hati
Tahun ini usia menginjak perpaduan angka genap dan ganjil, 23th. Rasanya baru kemarin merasakan menjadi anak remaja dan sekarang sudah berganti status menjadi dewasa.
Tidak dapat dipungkiri bahwa akan ada pertanyaan-pertanyaan keramat yang akan mulai menghantui, salah satunya "kapan nikah". Ah, selalu saja 😥.
Menikah bagiku tak sesederhana itu. Kata orang jodoh itu cerminan diri, aku percaya itu. Tetapi ada hal-hal yang mungkin ku takuti, mungkin juga ini hanya imajinasi. Kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, kebiasaan buruk yaitu terlalu menerka-nerka ini dan itu.
Misalnya setelah menikah 5-6th pasangan kita berubah. Bukan berubah jadi power ranger ya, maksudnya sifatnya. Jujur aku tidak suka perubaban sifat orang-orang yang ku kenal baik. Aku akan mudah merasakan perubahan itu sekecil apapun. Dan saat itu terjadi aku akan mulai menerka-nerka "kenapa dan kenapa".
Aku memahami betul siapa diriku, ia seperti bunglon. Seperti apa kamu, seperti itu aku. Ketika seseorang berubah maka aku pun demikian kepadanya. Entah bagaimana menjelaskannya, ini sedikit sulit dipahami.
Lagi-lagi hal yang terkadang membuat ragu. Apakah pasanganku nanti bisa memahami aku ? Dan tentunya yang penting adalah apakah aku bisa memahami dia. Siapa yang tahu tentang perkara jodoh, ia bisa saja datang dari masa lalu, masa sekarang atau masa depan. Bisa seseorang yang kita kenal atau seseorang yang sama sekali tidak kita kenal sebelumnya.
Kesimpulannya, aku tidak tahu akan menikah diusia berapa 😂. Sekalipun ibunda mendesak agar disegerakan tapi semua kan tidak semudah membalikan telapak tangan. Mungkin si pangeran masih mencari alamat keberadaan rumah si putri atau malah dia nyasar ditempat lain, wkwkwkwk.😁.
Jumat, 02 Desember 2016
Super Damai
Assalamu'alaikum.
Teruntuk ananda di masa depan.
Nak, ibu ingin bercerita tentang peristiwa "212". Peristiwa ini terjadi diawal desember dan diakhir tahun 2016. Peristiwa yang mungkin akan kau tanyakan dimasa mendatang nanti. Peristiwa yang membuat bertanya apakah itu benar adanya.
Sebelum ibu menceritakan ibu ingin berpesan padamu jadilah seorang muslim yang baik karena Islam itu rahmatan lil 'alamin. Jangan membalas keburukan dengan keburukan, balaslah dengan kebaikan. Tetapi jika agamamu dihina jangan kau berdiam diri saja berpura-pura tidak mengetahui atau bersikap acuh tak acuh, bergeraklah nak bersama orang-orang yang peduli terhadap agama ini.
Baiklah langsung saja, sekitar bulan oktober 2016 beredar sebuah video oleh salah satu pejabat di ibukota yang padat penduduknya, kota metropolitan. Isi video itu dipahami masyarakat sebagai 'penistaan agama' karena berisi penghinaan terhadap salah satu surah di kitab suci kita. Kemudian setelah video tersebut menjadi viral lalu muncullah berbagai pro dan kontra. Ada yang meminta agar beliau diproses hukum lalu ada yang membela nya, mengatakan bahwa beliau tidak bermaksud menistakan ayat suci kita.
Setelah itu muncul "aksi bela Islam jilid I", aksi ini tidak seramai seperti aksi Islam jilid berikutnya. Bahkan ibu pun tidak tahu menahu diadakannya aksi tersebut. Mungkin karena tidak ada tanggapan dari pemerintah muncullah kemudia "aksi bela Islam jilid II" pada tanggal 4 November 2016. Subhanallah nak, aksi ini begitu damai kau akan melihat lautan manusia berpakaian putih-putih. Tetapi sayang ada provokator2 yang merusak kedamaian ini, mereka membuat rusuh aksi yang sebelumnya sangat damai. Banyak korban disitu sayang banyak ulama yang membutuhkan pertolongan medis. Bahkan ada 1 korban jiwa, in syaa Allah beliau syahid namanya Pak Oye nak. Seorang guru ngaji, usia beliau tidak lagi muda tetapi semangat berjihadnya mengalahkan kami kaum muda. Pada saat aksi damai yang kedua inipun masyarakat dibuat kecewa karena seseorang yang ingin ditemui tidak ada disinggasananya, pemimpin No. 1 dinegeri ini. Entah beliau kemana ?. Berbagai praduga bermunculan setelah itu, dimedsos pun tak kalah ramai dengan pro dan kontra. Ada yang mengatakan bahwa aksi tersebut ditunggangi oleh seseorang, ada yang mengatakan bahwa para peserta aksi dibayar. Kau tau nak, meskipun ibu tidak bisa ikut bela islam di Jakarta sana tetapi ibu dan teman-teman melakukan aksi damai didaerah kami masing-masing. Percayalah nak, ibu tidak dibayar tidak ada yang memaksa ini murni karena panggilan hati nurani. Rasanya tidak ada parpol atau ormas manapun yang bisa menggerakkan massa sebanyak itu. Itu murni karena Allah yang menggerakan kaki-kaki kami.
Baiklah nak, ibu persingkat saja. Setelah aksi damai yang kedua masyarakat belum mendapat apa yang diinginkan. Kemudian muncul kembali seruan aksi damai jilid III, pada 2 Desember 2016. Masya Allah nak, aksi inipun tidak kalah damainya seperti aksi damai kedua. Para peserta dari pagi bahkan sebelum hari H sudah tiba ditempat, berdatangan dari berbagai daerah. Ibu ingin menangis rasanya melihat umat Islam bersatu dari berbagai daerah untuk satu tujuan. Aksi damai inipun ibu tidak bisa ikut langsung kesana, hanya dapat menyaksikan ditelevisi. Terharu rasanya nak, merinding bulu kuduk ini. Para peserta aksi melaksanakan sholat jumat dimonas, padahal waktu itu turun hujan nak. Alhamdulillah kali ini bapak pemimpin no.1 tidak sedang kemana-mana sehingga bisa melaksanakan sholat jumat dengan peserta aksi. Kali ini aksinya bukan hanya damai tetapi super damai, tidak ada para provokator. Damai dengan sedamai-damainya. Semoga setelah ini apa yang diperjuangkan didapatkan, yang berbuat dapat diadili dengan seadil-adilnya. Semoga Allah meridhoi setiap usaha yang dilakukan. Allahumma Aamiin.
Your mom,
Nur Isnaniah