Aku sering bingung dengan perkara ini. Rumit sekali untuk ku pahami. Aku coba berulang kali, tetap saja aku sulit untuk mengerti. Apa sebenarnya yang terjadi ?. Apa mungkin karna ini perkara hati ?. Mereka selalu bertanya dan saya selalu bingung untuk menjawabnya. Hey, memangnya segampang itu menemukan seorang 'partner' dalam hidup ?. Susah tahu. Nggak ada aplikasi secanggih itu diabad ini, nggak tahu deh kalau di masa depan nanti, hehehe.
Ah iya aku pernah baca novel, dinovel iti dibahas tentang sejuta rasa orang-orang yang jatuh cinta. Pada bab keberapa *aku lupa, disana membahas tentang sebuah alat yang katanya bisa menemukan pasangan hidup kita namanya "cintamometer", cara kerjanya lucu sekali, tinggal kau pasang dikuping jika ia berbunyi berarti kamu telah menemukan sang belahan hati. 😂
Ada-ada saja ya, berbicara tentang cinta itu nggak ada habisnya dari zaman rambut aku dikepang sampai sekarang sudah pakai hijab 😅. Kadang-kadang suka ketawa sendiri kalau baca kenangan-kenangan difacebook, mengingatkan zaman alay dulu yang kalo lagi galau bisa merangkai kata yang sweet banget, hehehe. Bener kali ya orang itu bisa jadi perangkai kata kalau lagi jatuh cinta dan patah hati, eh tapi ini cuma katanya lho ya 😂✌.
Tadi aku mau bahas apa ya ? Jadi oot gini 😷, kembali ke perkara hati. Bentar deh, tahun ini usia aku udah 23 ya mungkin wajar sih kalo banyak yang nanya 'itu' (red : nikah). Tapi gimana ya, aku tuh bukan nggak mau jawab tapi bingung kasih jawaban apa. Sama kayak ditanya kapan mati, itu misteri Ilahi. Manusia kan hanya bisa berencana, terlaksana atau tidak tetap Allah yang punya kuasa. Didoakan aja semoga dapat jodoh yang baik, seperti mama yang selalu berdoa blak-blakan didepan anaknya 😁 iis cuma bisa Aamiin-kan aja ma.
Cukup aja kali ya curcolan hari ini 😅, daripada dipendam ntar lupa mending ditulis biar ingat *ngeles mulu 😜.
Music
About Me
- Nur Isnaniah
Followers
Clock
My Blog List
Blog Archive
Rainbow
Popular Posts
-
Bismillah ... Lagi-lagi aku baru sempat menengok mu, maaf ya 😥. Ah iya bagaimana kabar mu ? Tak berdebu kan ? Beberapa hari ini banyak se...
-
Sedikit banyak disyukuri, ah tidak. Kita harus banyak-banyak bersyukur bukan? Mau sedahsyat ...
-
Pagi ini aku menemukan ini, sebuah buku nikah berusia 30th. Ah, entah harus mulai bercerita darimana. Kau tahu bagi setiap anak, kisah cinta...
-
Pernah gak sih kamu merasa energi terkuras saat berbicara intens menatap mata lawan bicara? Berbeda saat bertemu banyak orang ta...
-
Tahun ini usia menginjak perpaduan angka genap dan ganjil, 23th. Rasanya baru kemarin merasakan menjadi anak remaja dan sekarang sudah berga...
-
Aku tidak tahu akan menulis apa pun aku tidak tahu apa yang aku rasa. Hanya ingin mencoret-coret disini saja, duduk diam sejenak berbicara d...
-
Kepompong ... Mungkin kau bertanya-tanya kan kenapa judul tulisan ini kepompong ? :) hehehe ... Sebenarnya saya mau kasih judul REMPON...
-
Hari ini tumben dirumah, biasanya jam segini sudah ngebolang dan ngukur jalan. Yah maklum, aktivis yang bukan aktivis tapi sok sibuk, bahas...
-
Hai, Ramadhan ... Bulan penuh keberkahan Bulan penuh ampun Bulan yang dinanti-nantikan Sebentar lagi kita akan berpisah. Izinkan...
Senin, 27 Februari 2017
Perkara Hati
Kamis, 05 Januari 2017
Suara Hati
Tahun ini usia menginjak perpaduan angka genap dan ganjil, 23th. Rasanya baru kemarin merasakan menjadi anak remaja dan sekarang sudah berganti status menjadi dewasa.
Tidak dapat dipungkiri bahwa akan ada pertanyaan-pertanyaan keramat yang akan mulai menghantui, salah satunya "kapan nikah". Ah, selalu saja 😥.
Menikah bagiku tak sesederhana itu. Kata orang jodoh itu cerminan diri, aku percaya itu. Tetapi ada hal-hal yang mungkin ku takuti, mungkin juga ini hanya imajinasi. Kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, kebiasaan buruk yaitu terlalu menerka-nerka ini dan itu.
Misalnya setelah menikah 5-6th pasangan kita berubah. Bukan berubah jadi power ranger ya, maksudnya sifatnya. Jujur aku tidak suka perubaban sifat orang-orang yang ku kenal baik. Aku akan mudah merasakan perubahan itu sekecil apapun. Dan saat itu terjadi aku akan mulai menerka-nerka "kenapa dan kenapa".
Aku memahami betul siapa diriku, ia seperti bunglon. Seperti apa kamu, seperti itu aku. Ketika seseorang berubah maka aku pun demikian kepadanya. Entah bagaimana menjelaskannya, ini sedikit sulit dipahami.
Lagi-lagi hal yang terkadang membuat ragu. Apakah pasanganku nanti bisa memahami aku ? Dan tentunya yang penting adalah apakah aku bisa memahami dia. Siapa yang tahu tentang perkara jodoh, ia bisa saja datang dari masa lalu, masa sekarang atau masa depan. Bisa seseorang yang kita kenal atau seseorang yang sama sekali tidak kita kenal sebelumnya.
Kesimpulannya, aku tidak tahu akan menikah diusia berapa 😂. Sekalipun ibunda mendesak agar disegerakan tapi semua kan tidak semudah membalikan telapak tangan. Mungkin si pangeran masih mencari alamat keberadaan rumah si putri atau malah dia nyasar ditempat lain, wkwkwkwk.😁.
Jumat, 02 Desember 2016
Super Damai
Assalamu'alaikum.
Teruntuk ananda di masa depan.
Nak, ibu ingin bercerita tentang peristiwa "212". Peristiwa ini terjadi diawal desember dan diakhir tahun 2016. Peristiwa yang mungkin akan kau tanyakan dimasa mendatang nanti. Peristiwa yang membuat bertanya apakah itu benar adanya.
Sebelum ibu menceritakan ibu ingin berpesan padamu jadilah seorang muslim yang baik karena Islam itu rahmatan lil 'alamin. Jangan membalas keburukan dengan keburukan, balaslah dengan kebaikan. Tetapi jika agamamu dihina jangan kau berdiam diri saja berpura-pura tidak mengetahui atau bersikap acuh tak acuh, bergeraklah nak bersama orang-orang yang peduli terhadap agama ini.
Baiklah langsung saja, sekitar bulan oktober 2016 beredar sebuah video oleh salah satu pejabat di ibukota yang padat penduduknya, kota metropolitan. Isi video itu dipahami masyarakat sebagai 'penistaan agama' karena berisi penghinaan terhadap salah satu surah di kitab suci kita. Kemudian setelah video tersebut menjadi viral lalu muncullah berbagai pro dan kontra. Ada yang meminta agar beliau diproses hukum lalu ada yang membela nya, mengatakan bahwa beliau tidak bermaksud menistakan ayat suci kita.
Setelah itu muncul "aksi bela Islam jilid I", aksi ini tidak seramai seperti aksi Islam jilid berikutnya. Bahkan ibu pun tidak tahu menahu diadakannya aksi tersebut. Mungkin karena tidak ada tanggapan dari pemerintah muncullah kemudia "aksi bela Islam jilid II" pada tanggal 4 November 2016. Subhanallah nak, aksi ini begitu damai kau akan melihat lautan manusia berpakaian putih-putih. Tetapi sayang ada provokator2 yang merusak kedamaian ini, mereka membuat rusuh aksi yang sebelumnya sangat damai. Banyak korban disitu sayang banyak ulama yang membutuhkan pertolongan medis. Bahkan ada 1 korban jiwa, in syaa Allah beliau syahid namanya Pak Oye nak. Seorang guru ngaji, usia beliau tidak lagi muda tetapi semangat berjihadnya mengalahkan kami kaum muda. Pada saat aksi damai yang kedua inipun masyarakat dibuat kecewa karena seseorang yang ingin ditemui tidak ada disinggasananya, pemimpin No. 1 dinegeri ini. Entah beliau kemana ?. Berbagai praduga bermunculan setelah itu, dimedsos pun tak kalah ramai dengan pro dan kontra. Ada yang mengatakan bahwa aksi tersebut ditunggangi oleh seseorang, ada yang mengatakan bahwa para peserta aksi dibayar. Kau tau nak, meskipun ibu tidak bisa ikut bela islam di Jakarta sana tetapi ibu dan teman-teman melakukan aksi damai didaerah kami masing-masing. Percayalah nak, ibu tidak dibayar tidak ada yang memaksa ini murni karena panggilan hati nurani. Rasanya tidak ada parpol atau ormas manapun yang bisa menggerakkan massa sebanyak itu. Itu murni karena Allah yang menggerakan kaki-kaki kami.
Baiklah nak, ibu persingkat saja. Setelah aksi damai yang kedua masyarakat belum mendapat apa yang diinginkan. Kemudian muncul kembali seruan aksi damai jilid III, pada 2 Desember 2016. Masya Allah nak, aksi inipun tidak kalah damainya seperti aksi damai kedua. Para peserta dari pagi bahkan sebelum hari H sudah tiba ditempat, berdatangan dari berbagai daerah. Ibu ingin menangis rasanya melihat umat Islam bersatu dari berbagai daerah untuk satu tujuan. Aksi damai inipun ibu tidak bisa ikut langsung kesana, hanya dapat menyaksikan ditelevisi. Terharu rasanya nak, merinding bulu kuduk ini. Para peserta aksi melaksanakan sholat jumat dimonas, padahal waktu itu turun hujan nak. Alhamdulillah kali ini bapak pemimpin no.1 tidak sedang kemana-mana sehingga bisa melaksanakan sholat jumat dengan peserta aksi. Kali ini aksinya bukan hanya damai tetapi super damai, tidak ada para provokator. Damai dengan sedamai-damainya. Semoga setelah ini apa yang diperjuangkan didapatkan, yang berbuat dapat diadili dengan seadil-adilnya. Semoga Allah meridhoi setiap usaha yang dilakukan. Allahumma Aamiin.
Your mom,
Nur Isnaniah
Kamis, 01 Desember 2016
Entah
Assalamu'alaikum.
Lama banget ya udah nggak pernah coretin ini dinding. Mungkin debu nya sudah banyak sekali *huft. Btw, apa kabar ? Itu kan yang sering orang tanyakan setelah sekian lama tidak berjumpa. Ada juga yang menanyakan, "Kapan Nikah"?. Belum lagi yang menanyakan "Kapan Lulus"?.
Terkadang aku bingung mau dijawab apa, hehehe. Pertanyaan pertama itu sama aja kayak kamu nanya "Kapan Mati"?. Yup, jodoh itu misteri ilahi hanya Dia yang mengetahui. Belum lagi posisinya aku dari kaum hawa, sudah jelas bahwa akan menunggu kaum adam datang menjemput. Begitukan ?. Lantas pertanyaan kedua, ahhhh sulit rasanya menjelaskan. Bukan tidak ingin cepat lulus, hanya saja entah kenapa rasanya sulit untuk diungkapkan, lagi-lagi sulit dimengerti. Mungkin ada yang bertanya apa aku ada mata kuliah yang tertinggal ? Jawabannya alhamdulillah aku udah selesaikan semua teori disemester 6. Kemudian praktek di semester 7 dan 8. Lantas apa kendalanya ?. Nah itu aku pun bingung, sepertinya aku mulai mengalami "kebosanan", sejak awal kuliah aku termasuk orang yang berambisi selalu menggebu-gebu untuk setiap kuliah ku. Entah kenapa saat diakhir aku mulai merasa hambar. Muncul lagi pertanyaan, apa karena tidak ada yang memberi semangat ? Jawabannya tidak. Karena semua memberi support. Lantas apalagi ? Entahlah aku pun bingung, masih mencari tau ada apa denganku.
Selasa, 15 Maret 2016
KEPOMPONG
Kak Run itu sosok yang baik hati, kalem, pendengar yang baik, keibuan, dan humoris dijamin kamu akan tersenyum terus jika didekatnya tapi kalo dia lagi galau jangan senggol-senggol didiemin lu -_-. Nah kalo Ka Icha itu baik hati, tegas tapi lembut, suka ngomel tapi untuk kebaikan, ramah ke semua orang dan pembicara yang baik. Mungkin terlihat berbeda sifat tapi itulah mereka kombinasi yang pas antara pendengar yang baik dan pembicara yang baik. Seperti air dan minyak yang sulit bersatu tapi bisa beriringan *eaaa. Yah, intinya saling melengkapi.
Rabu, 20 Januari 2016
Isna
Selasa, 14 Juli 2015
Sosok yang dirindukan
Ramadhan tahun ini sungguh berbeda dengan ramadhan sebelumnya.
Kau tahu, lebaran sudah didepan mata dan sebentar lagi menyapa. Aku benar-benar merindukan sosoknya, sosok yang begitu menyayangi anaknya dan rela berkorban demi putri tercinta.
Ah Bapak, sungguh tak sanggup ku tahan air mata ini sekuat apapun ku mencobanya
padahal aku sudah berjanji aku tak akan menangis lagi, aku tak ingin menjadi anak
yang lemah tapi apa daya inilah aku, putrimu.
Bapak, kau tahu betapa aku dan mama begitu merindukanmu, sering ku mendengar isak
dari balik pintu, aku tahu bahwa beliau pun juga sama sepertiku, menangis dalam sepi
tak ingin ada yang tahu dan aku pun pura-pura tak mendengarnya.
Yah kau tentu tahu sifatku sejak dulu, belaga cuek meski sebenarnya peduli tak ingin
orang tahu bahwa aku menyayangi orang-orang disekelilingku, begitulah caraku mencintai.
Tahun-tahun pertama mungkin menjadi masa yang sulit sejak kepergianmu,
aku sedang beradaptasi.
Aneh memang jika pulang kerumah, tak ada suara khas itu, suaramu yang menasehatiku
bahkan kadang mengomel karna kelakuan ajaibku, suara kau yang mensenandungkan
kalam Nya.Tapi pak aku merasa Allah sangat menyayangiku, Allah tahu aku bukan orang yang
mudah untuk kehilangan.
Aku telah dilatih beberapa tahun ini, dimulai sejak aku memutuskan untuk melanjutkan
sekolah menengah atas ke Samarinda tempat yang jauh darimu dan mama itu supaya
aku belajar agar tak selalu menjadi anak yang manja.
Kau masuk rumah sakit terbaring lemah lebih dari 15 hari, itu pun Allah sedang melatihku,
latihan terakhirku mungkin.
Aku mengingat malam sebelum kepergianmu, pada malam itu aku mendapat giliran
menjagamu bergantian dengan mama.
Sungguh malam itu aku merasa kesedihan yang tak bisa ku ungkapkan,
perasaan takut akan kehilangan begitu menghantuiku.
Ku genggam tanganmu yang saat itu sangat panas sekali, begitu kaku dan
tak ada respon sama sekali. Pada saat itu entah kenapa aku teringat perkataan seorang teman,
ia berkata "is, jika terjadi apa-apa sama bapak, sudah ikhlaskah ?", aku ingat saat itu
aku menjawab dengan gelengan kepala menandakan bahwa aku tak siap.
Tapi malam itu aku benar-benar mencoba berdamai dengan takdir,
berkompromi dengan hatiku sendiri. "iis cuma ingin yang terbaik buat bapak"
hanya itu lirihku.
Benar saja esok harinya, Senin 23 Februari 2015, Allah pilihkan yang terbaik menurut Nya.
Yah, kepulanganmu kepada Nya, aku pun masih ingat pada saat itu aku ditelpon oleh mama,
mama bilang aku harus kerumah sakit tapi beliau tidak memberi tahu apa yang sebenarnya
terjadi karna mama tahu aku berkendara dan tidak bisa dibuat panik.
Entah kenapa sesampainya dirumah sakit sepanjangan koridor handphoneku
tak berhenti berdering dan tak satupun ku angkat, aku hanya mempercepat langkahku
dengan lutut gemetar entah kenapa firasatku mengatakan sesuatu dan benar saja
sesampai dipintu ruang bapak dirawat kulihat sudah banyak yang datang,
orang-orang yang kukenal.
Aku terduduk lemas, air mata tak bisa ku bendung, berulang kali ku sebut namamu
siapa tahu kau hanya tertidur sebentar, bukankah biasanya aku yang membangunkanmu
kau pasti bangun mendengar suara putrimu.
Tapi seperti itulah jalan Nya, kau sudah pergi untuk selama-lamanya.
Oh, bapak ... Jasadmu memang sudah pergi tetapi kau akan tetap dihati sampai kapanpun
dan aku akan memenuhi janjiku, janji yang kuucap semasa sehatmu, ketika kau koma
bahkan setelah kepergianmu.
Aku berjanji akan memenuhinya dengan segala daya dan upaya yang kumiliki atas izin Nya,
in syaa Allah.
Semoga Allah ampuni segala dosamu, dilapangkan kuburmu dan diterangi
dengan cahaya kuburmu dan semoga kita sekeluarga kelak bisa berkumpul di Surga Nya.
Aamiin ya rabb.